Pages

Tuesday, September 30, 2014

Asyiknya punya saudara cewek

Tiba-tiba kangen dengan suasana rumah yang dulu aku tempati dari kecil sampai sebelum menikah. Kangen masakan ibu, kangen bercanda dengan adik-adik, dan kangen omelan bapak hehe. Yah namanya juga sudah menikah, jadi harus siap berpisah dengan keluarga. 

Dulu pernah terlintas dalam pikiranku kepingin banget punya kakak cowok, karena sering melihat teman2anku berangkat ke sekolah diantar kakak cowoknya. Iri banget kepingin dianter kesekolah, dari TK sampai kuliah berangkat sendiri gak ada yg anterin *pasang muka sedih. Aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara, 3 cewek dan 1 cowok (bungsu) jeda umur kita agak jauh sih, dari yg pertama sampai ketiga selisih masing-masing 3 tahun, nah kalau sama si bungsu selisihnya banyak. Punya adek cewek itu ada enaknya dan gak enaknya, tapi banyak asyiknya kok :))

Bisa pinjem-pinjeman baju, sepatu, tas, kosmetik dan hal-hal yg berbau cewek
Sebenarnya kita bertiga itu beda selera fashion, tapi bisa kok di mix and match hehe. Aku ini yg paling fleksibel dan bunglon, bisa pinjam binti (adekku yg nomor 2) dan sam (adekku yang nomor 3), binti itu selera fashionnya chick banget klo sam macho banget. Tapi gak enaknya itu, klo pas aku udah nyiapin baju untuk kupakai di hari minggu misalnya, eh pas hari minggu ternyata bajuku dipakai adek #Sebel. Nikmatnya pinjam-meminjam juga dirasakan ibuku loh, ibu juga suka banget make bajuku dan baju adek #IbuGaul.

Bajuku yg selalu jadi incaran Sam :))
Aku dan Sam ... Kaos item yg bisa buat gantian
Binti dan Sam, sebenrnya yg mereka pakai itu bajuku

Bisa jadi teman shopping, walaupun akhirnya kebagian jatah mentraktik atau ngebeliin -_-
Walaupun yang paling sering mentraktir adalah aku, tapi aku senang banget bisa mentraktir mereka. Ngajak mereka makan, belanja, sampai nyalon bareng. Nah pas adek2ku udah kerja dan menghasilkan uang, giliranku yang minta traktir ke mereka #gakmaurugi hidup itu harus imbang :D

Jadi temen buat ngerumpi
Cewek itu kalau gak ngerumpi, gak seru hahaha. Pagi, siang ato malam klo pas kita lagi ngumpul, rumpi adalah salah satu kegiatan kita :D

Tapi sayang, adek2ku ini gak bisa disuruh-suruh :(( aku ini adalah kakak yang selalu mengalah. Liat aja tuh muka adek-adekku judes semua kan :)) #becanda.


waktu masih unyu unyu

Love my sisters ^_^

Thursday, September 25, 2014

Pasar Bong Surabaya .....Rasakan sensasinya!!

"Lewat sana mas"
"Eh salah, harusnya puter balik"
"Loh kok tembus sini, harusnya tadi lewat sana"

Muter-muter gak karuan sampe kesasar karena kami berempat (aku,suami, ibu dan adik) tidak tahu jalan daerah Ampel dan sekitarnya. Harusnya sih bisa cepet sampai kalau aku bisa membaca google map, tapi maaf -_- aku gak bisa hahaha, N-Drive juga tidak bisa menemukan jalan yang aku cari "Jalan Slompretan" #eh ternyata N-Drive salah tulis dari "Slompretan" menjadi "Semprotan" #kokbisasih.

Alhamdullillah akhirnya kita berjumpa dengan "Jalan Slompretan" dan "Pasar Bong" yang kita cari juga ketemu #Horee. Pernah mendengar tentang Pasar Bong?! Kalau aku sih baru kali ini mendengarnya, awalnya dari teman sekantor yang tahun lalu orang tuanya menunaikan ibadah haji. Dia bercerita kalau dia membeli oleh-oleh haji di Pasar Bong.

gerbang depan pasar
Nah tahun ini adalah jadwal keberangkatan Bapak untuk menunaikan ibadah haji, artinya tibalah kesempatan kami untuk berbelanja oleh-oleh haji. Pikiran terasa segar sekali kalau akan berbelanja hahaha, suasana di dalam gang seperti suasana perkampungan, gak panas seperti pasar loh. Batik, mukena, kerudung, sajadah, baju koko, sarung, peci, saling berjejer-jejer. Toko-toko di pasar bong tidak menjual barang secara eceran tetapi dalam satuan kodi (20 buah) dan harganya edan-edan murahnya.

Harga pashmina kashmir per kodinya Rp 340.000,- jadi per pcs nya Rp 17.000,- kalau kita beli diluar pasar bong secara eceran harganya bisa mencapai Rp 50.000,-/pcs, hmm murah bingitz kan. Tapi ingat, kalau berbelanja disana harus pandai menawar dan carilah toko dengan harga yang murah. Kemarin aku berbelanja di Toko "Makkah Madinah", toko inilah yang menjual dengan harga paling murah dan pemiliknya juga baik dan lucu hehe.

itu ada abah pemilik toko


Note : kalau berbelanja kesana jangan hari minggu, karena rame banget dan pasti gak bisa puas tanya-tanya ke pedagangnya. Aku kemarin kesana hari sabtu sore menjelang tutup (tutup jam 4 sore), jadi sudah hampir sepi dan puas muter2nya.


Sunday, September 21, 2014

Haruskah memakai "Angciu" ( Haram dan Halal jilid 2)

Pernahkah kalian melihat api menyala diatas wajan ketika memasak? Aku pernah melihatnya di tayangan televisi dan beberapa hari yang lalu aku melihat salah satu temanku yang berprofesi sebagai chef memasak nasi goreng dan apinya juga menyala diatas wajan. Penasaran gak? kenapa api bisa menyala diatas wajan?
 

Temanku bilang kepadaku kalau dia memakai "Angciu" hmm sesuatu yang baru kudengar dan aku hanya diam saja dan menganggungkan kepala karena tidak tau apa itu angciu. Setelah bertanya kepada mbah google, ternyata Angciu adalah sejenis arak masak yang terbuat dari beras ketan yang difermentasi menjadi alkohol. Loh alkohol itu kan haram untuk dikonsumsi, kok temanku itu memakai alkohol ya???!!! berarti nasi goreng yang kumakan waktu itu haram dong, astaghfirullah.

"Mas, aku baru tau loh kalau angciu itu alkohol, kok sampeyan tetap memakai angciu? itu kan haram!" akhirnya aku memberanikan diri bertanya kepada temanku itu.
"Loh gpp is, kan angciu bisa menguap kalau dimasak. Jadi alkoholnya habis"
Aku terdiam dan bingung, karena tidak tau kalau alkohol bisa menguap dan hilang. Tapi aku tetap berpendirian kalau angciu itu haram. Oke, waktunya bertanya kepada mbah google lagi hehe, Alhamdullilah aku menemukan jawabannya. Alkohol tidak akan hilang walaupun dimasak dengan cukup lama dan dengan cara apapun. Sebuah Penelitian yang dilakukan oleh US Departement of Agriculture’s Nutrient Data Laboratory telah menghitung berapa persen alkohol yang tersisa dalam masakan yang menggunakan berbagai macam cara untuk memasaknya, berikut datanya:


Dalam tulisanku sebelumnya yang membahas tentang Rhum, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram. Jadi dalam urusan khomr, mau sedikit atau banyak, mau mabuk atau tidak mabuk, judulnya tetap Haram. Sekali haram selamanya akan terus haram.

Buat teman-teman sesama muslim selektiflah dalam memilih makanan. Biasanya angciu ini digunakan dalam masakan-macakan cina, kalau masalah jepang biasanya memakai "Mirin" atau sake dan hukumnya juga haram. Bagaimana caranya mengetahui makanan itu memakai angciu? seperti awal tulisanku diatas, kalau ada api diatas wajan saat memasak, berarti ada campuran angciu didalamnya. Jadi, perhatikan cara mereka memasak atau tanya langsung pada penjualnya apakah mereka memakai angciu atau tidak.

Terima kasih sudah membaca tulisanku dan semoga bermanfaat ^_^



Source :

Thursday, September 18, 2014

Super Maknyus .. tapi Halalkah?? ~ (Haram dan Halal jilid 1) "RHUM"

Sudah berkali-kali aku merasakan lezatnya Blackforrest, kue-kue lainnya dan ice cream yang aku beli atau dikasih teman, tapi baru kali ini aku tau klo ternyata mereka haram bagiku. Pengetahuanku tentang Halal dan Haram memang kurang luas, yang aku tau hanya seputar babi, babi dan babi. Biasanya kalau berbelanja bahan makanan atau kosmetik aku selalu melihat logo Halal yang tercantum di kemasannya, tapi kali ini aku benar-benar kecolongan, gak mengira kalau kue-kue dari factory outlet dan restoran/hotel itu belum bersertifikat Halal MUI. Terima kasih untuk suamiku yang telah mengingatkan aku akan halal dan haramnya zat yang satu ini, kalian mau kenalan gak?!

"Rhum" namanya, menurut Wikipedia Rhum adalah minuman beralkohol hasil fermentasi atau dari molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industri gula. Nah, kandungan alkohol dalam rhum ini termasuk tinggi yaitu sekitar 38%. Rhum termasuk golongan C dalam pembagian minuman keras sebagaimana penjelasan berikut ini:


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no.86/Menkes/ Per/ IV/ 77  tentang minuman keras, minuman beralkohol dikategorikan sebagai minuman keras dan dibagi menjadi 3 golongan beradsarkan presentase kandungan etanol volume per volume pada suhu 20oC.

Golongan A : minuman dengan kadar etanol 1-5 %
Golongan B : minuman dengan kadar etanol lebih dari 5% sampai dengan 20%
Golongan C : minuman dengan kadar etanol golongan C mengandung etanol lebih dari 20% sampai dengan 55%.

Dilihat dari penjelasan diatas, maka jelaslah bahwa hukum Rhum adalah Haram karena sesuatu yang memabukkan termasuk khmor dan setiap yang memabukkan pastilah haram.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
"Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.(HR. Muslim no. 2003 dari hadits Ibnu Umar, Abu Daud, no. 3679)
 
مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ
Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.” (HR. Abu Daud no. 3681, At Tirmidzi no. 1865, An Nasa-i no. 5607, Ibnu Majah no. 3393. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.Lihat Ghoyatul Marom 58)

Bisa dikatakan bahwa meminum satu tetes rhum saja tetap haram walaupun tidak memabukan. Yang aku rasakan sih memang enak klo cake itu ada rhum nya dan aromanya juga lebih legit seperti (kebanyakan) Blackforrest, tart, tiramisu, kue sus, fla pudding dan ice cream, tapi tidak menutup kemungkinan kalau cake-cake yang lain juga mengandung Rhum.

Bagaimana sih cara mendeteksi makanan yang mengandung Rhum? pertama cium baunya, kalau baunya menyengat, pastilah mengandung rhum dan kalau dirasakan, rasanya menyengat lidah.Setelah aku tau tentang rhun ini, aku jadi selektif kalau akan memakan kue. Memang aku belum lama mengenal rhum, jadi kemungkinan masih ada kue yang mengandung rhum yang aku makan.. astaghfirullah. Beruntung ada suamiku yang selalu membantu dan kalau di kantor ada teman yang membantuku, jadi aku bisa belajar dari mereka.

Semoga kedepannya para pengusaha makanan lebih cerdas dalam memilih bahan untuk produk mereka, karena Indonesia ini mayoritas adalah orang Muslim, masa di negeri sendiri, kita selaku orang muslim harus bertanya-tanya apakah ini halal atau tidak?! Sangat disayangkan bahwa umat islam bisa ditipu terus oleh pengusaha makanan yang menjual produk yang tidak layak bagi kita, tetapi mereka mengharapkan kita akan beli terus.

Aku berharap kepada teman-teman muslim yang lain agar lebih peka dengan apa yang kalian konsumsi. Lindungilah diri kalian dari zat Haram.

Semoga tulisanku ini bermanfaat bagi para pembaca. terima kasih ^_^



Source:

Peraturan Menteri kesehatan bisa didownload disini


Ingat ... Yang Haram itu bukan hanya BABI saja!!!


Wednesday, September 10, 2014

Pantaskah kita Curhat di Sosial Media??!!!

"Sok tau banget sih jadi orang, pake bawa2 si ****** sgala, ngaca donk ngaca!!!!"
"Pingin tinggal sendiri, cari kos atau apalah yang penting keluar dari rumah ini"
"Punya teman kok pelit banget"

Status diatas aku copas dari beberapa orang di sosial media, gak tau kenapa orang-orang itu kok dengan gampangnya membeberkan masalah pribadi mereka. Bukankah membeberkan kejelekan teman, saudara, suami/istri bahkan orang tua sama juga dengan membuka borok sendiri?! Semua orang pasti memiliki masalah dan problem kehidupan, akupun punya banyak masalah hehe. Masalah bisa bikin orang galau, sakit, nangis dan stress, Nah klo sudah galau begitu pasti bawaannya kepingin curhat. Klo jaman dulu sebelum ada sosial media, biasanya orang curhat dengan menulis diary atau berbicara kepada salah seorang yang bisa dipercaya. Karena sekarang adalah era digital dan serba canggih, orang ekstrovert maupun introvert seakan mempunyai teman baru untuk diajak curhat.yaitu "Sosial Media" namanya. Berbagai sosmed muncul bergiliran seperti facebook, twitter, path, my space, plurk dll.

Boleh saja kita curhat jika memang niatan kita hanya ingin berdiskusi atau berbagi ilmu dan informasi yang bermafaat bagi orang lain, kalau memang itu diperlukan. Tapi bagaimana jika cuman ingin melepaskan beban dihati dan itu diluapkan di depan khalayak ramai? terlebih lagi curcol sambil ngomel-ngomel dan mencak-mencak? Apakah ketika kamu menuliskan uneg-uneg di sosmed dan kemudian banyak yang merespon bahkan dari orang yang tidak dikenal, kamu merasa banyak yang memperhatikan kamu?

Pernahkah kita terpikirkan kalau curhatan-curhatan itu bisa mengganggu teman-teman kita di sosmed karena sesungguhnya mereka merasa tidak perlu tau tentang masalah kita. Bukankah Allah menciptakan rasa malu untuk kita? Harusnya kita merasa malu, jika masalah atau aib kita tersebar luas. Jangan buru-buru salahkan orang lain atas ketidakmampuan kita, salahkan dahulu diri kita. Sebaik-baiknya tempat keluhan dan meminta pertolongan hanyalah kepada Allah. Allah selalu ada untuk menjadi teman kita ketika kita sedang gundah.

Gak ada manfaatnya curhat di sosmed, aku jadi ingat kasus-kasus sosmed yang jadi trending topik beberapa minggu ini. Banyak contohnya, apa akibat yang diperoleh jika kita curhat di sosmed. Secapek apapun diri kita, pokoknya jangan curhat di sosmed .. Warning!!! hehehe.

Kalimat dibawah ini aku copas dari blog seseorang, sumber disini

Orang yang paling sering masang status fesbuk dengan ayat-ayat Qur’an, belum tentu paling sering baca Qur’an..
Orang yang paling sering berdoa dengan “kicauan” di twitter, belum tentu yang paling dekat dengan Tuhannya..
Orang yang paling sering jadi pembicara tentang kontribusi terhadap ummat, belum tentu diterima amal kebaikannya..

Karena untuk melihat seberapa qur’ani seseorang, lihatlah akhlak kesehariannya..
Karena untuk melihat seberapa dekat seseorang dengan Tuhannya, lihatlah seberapa ia malu berbuat dosa..
Karena untuk melihat siapa yang paling ikhlas perbuatannya, hanya kepada Allah kita menyerahkannya..


Ayuk kita lebih bijak dalam mengemukakan pendapat, cobalah untuk memposting obrolan atau informasi yang berguna untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadikan media sosial hanya sebagai situs sosial, bukan sebagai tempat berdoa atau mencurahkan isi hati.

Monday, September 8, 2014

One day trip to Gili Labak ... The Exotic Island

Antusias banget waktu ada temen yang ngajakin traveling ke Pulau Gili Labak dan tanpa pikir panjang kita jawab ajakan mereka dengan kata "YES" karena terakhir aku traveling itu ke Pulau Sempu dan kejadiannya udah lama banget. Hmm Pulau Gili Labak itu dimana ya? eh ternyata di Madura, aku browsing sana sini, baca blog-blog traveller yang udah pernah kesana, melihat foto-foto yang diposting para traveller, bagus banget pantainya (*sampe ngiler-ngiler ngeliatnya).

Dari hasil googlingku, Pulau Gili labak ini terletak di sebelah tenggara Pulau Poteran dan masih termasuk dalam teritorial kabupaten Sumenep. Kabupaten Sumenep ini terdiri dari daratan dengan pulau yang tersebar berjumlah 126 pulau, nah salah satunya adalah Pulau Gili Labak. Coba search di google map dengan koordinat (-7.202875,114.046499), lihat jarak antara pelabuhan Kalianget ke Pulau  Gili Labak (*jauh hehe).


Perjalanan kita tempuh kurang lebih 4 jam dari Surabaya tercinta ke Sumenep. Dari Sumenep aku dan suami menginap di Hotel Mitra Land Jl.Trunojoyo 191, cukup murah loh tarif per kamarnya dari yang paling murah Rp 30.000,- (kamar mandi luar, fan) dan yang paling mahal Rp 85.000,- (double bad, AC, TV, kamar mandi dalam). Aku dan suami pilih yang Rp 70.000,- (AC, kamar mandi dalam, TV) tempat tidur dan kamar mandi cukup bersih, pokoknya cocok banget untuk para backpaker.

Besok paginya kita berangkat dari Pelabuhan Kalianget menuju kecamatan Talango, hanya 5-10 menit perjalanan menggunakan kapal tongkang, ongkos kapalnya cukup murah hanya Rp 2.000,-/ orang, jika menggunakan mobil Rp 12.000,-/mobil. Sesampainya di Talango, kami menuju rumah pemilik perahu yang akan membantu kita menuju Pulau Gili Labak, ramah banget orangnya. Beruntung salah satu teman kami itu asli orang Sumenep dan dialah yang membantu kami untuk mencarikan perahu. Mobil kita parkir di deket rumah pemilik perahu.


Tiket masuk pelabuhan kalianget
Menunggu di Pelabuhan Kalianget
Perjalanan dari Talango ke Gili Labak ini yang cukup melelahkan, kurang lebih 2 jam kita terombang ambing di atas perahu. Kalau gak kuat laut, pasti mabuk deh seperti aku. setengah jam perjalanan masih ok ok saja, masih bisa bercanda. Nah satu setengah jam kemudian mulailah kepala pusing, perut bergejolak karena perahu bolak balik terkena hamparan ombak. Pagi belum sarapan dan pakai baju tipis karena membayangkan kalau pantai itu panas (*gak kepikiran klo anginnya kenceng pas naik perahu) jadi masuk angin deh #kresekmanakresek *muntah muntah gak karuan.


Akhirnya terlihat juga batang hidung gili labak, antara seneng dan pusing karena badan masih lemes abiz muntah2. Turun dari perahu langsung snorkling? atau diving?.. ya enggak lah, makan dulu yang kenyang.. abiz makan snorkling? ya enggak banget haha.. tidur-tiduran dulu, badannya di charger biar fit, trus klo udah fit langsung snorkling? Enggak juga.. coz aq gak bisa berenang :)) kita jalan-jalan aja, selfie dulu sebelum badan basah, emangnya basah itu mau berenang? enggak juga hahaha.

Kalau kalian pingin snorkling atau diving, cocok banget klo berkunjung ke Gili Labak coz air lautnya jernih banget dan pasirnya putih bersih. Aku sih cukup mainan air aja plus jeprat jepret deh. Sebenarnya kalau mau muterin tempat ini cuman butuh waktu 30-45 menit saja tapi berhubung kita datengnya kesiangan, cukup jalan-jalan dikit gak usah muterin hehe.






Pulau ini bukan seperti pulau-pulau di bali yang sudah tersedia infrastruktur yang memadai. Disini gak ada hotel, rumah makan, air bersih, jadi klo ingin menginap disini kalian harus bawa tenda sendiri, bawa bekal sendiri dan jangan buang sampah sembarangan ya!!. Penduduk disini ramah ramah kok, kalau mau numpang mandi bisa di rumah penduduk, tapi kalian jangan cari air tawar karena disini adanya air payau. Kemarin aku sempet mengobrol dengan salah satu penduduk yang kamar mandinya aku pinjam. Aku tanya, berapa jumlah rumah yang ada di gili labak, katanya sih sekitar 27 rumah. Hmm sedikit banget yang tinggal disana, rata-rata profesi penduduk disana adalah nelayan.

 Note :
  • Kalau berkunjung ke Gili labak, jangan bulan Agustus karena ombak sangat besar
  • Barang yang harus dibawa : Sunblock (biar g gosong kulitnya), obat anti mabuk plus jaket (karna angin kenceng pas nyebrang ke gili labak)
  • Mandinya di talango aja, coz pengalamanku kemarin udah mandi plus ganti baju di gili labak akhirnya basah lagi pas balik ke talango karena perahu gak bisa berhenti deket2 daratan (air udah surut, ntar perahunya bisa rusak klo kena karang)
  • Lebih baik ajak teman dari madura biar bisa translate bahasa dan ajak teman yang kenal daerah sana.
  • Klo ingin backpacker-an, naik bis malam aja dari Terminal Bungurasih ,ada jurusan langsung ke pelabuhan Kalianget. 
  • Lebih baik isi Bbm pagi atau siang hari di Sumenep, karena klo malam pom bensin kebanyakan tutup dan abiz -_- kemarin aku muter-muter gak kebagian solar, alhamdullillah nemu solar eceran.

Catatan Pengeluaran :
  • BBM Solar Rp 220.000 PP
  • Tiket masuk jembatan Suramadu Rp 60.000 PP
  • Hotel Mitra Land Rp 70.000,-/malam
  • Tiket masuk pelabuhan Rp 1000,-/orang dan Rp 2000,-/kendaraan
  • Tiket masuk kapal tongkang Rp 2000,-/orang dan Rp 12.000,-/mobil
  • Sewa Perahu Nelayan Rp 800.000,- PP (klo kesana mending rombongan biar lebih irit hehe)

 Selamat menikmati indahnya Indonesia ^_^


Thursday, September 4, 2014

Kacamataku... teman setiaku

Tiba-tiba teringat kejadian waktu resepsi pernikahanku, periasnya tanya "nanti pakai softlens ya mb?" waduh iya ya, matilah aku. Sebenarnya aku pernah memakai softlens pas acara ultah kantor, selama 2 hari berhasil memakai softlens tapi sebulan menjelang acara resepsi, gak tau kenapa softlens yang sebelah kiri gak mau menempel akhirnya aku beli merk yang lainnya, tetep mata yang sebelah kiri gak mau ditempelin softlens. Mata sampai berair dan aku nyerah aja deh. Tiba saat acara resepsi, balik lagi ke pertanyaan sang perias, ya kujawab aja "gak pakai, tenang aja bu minus saya dikit ko" (*bohong dikit)

Aku bilang ke suamiku, pokoknya kamu nanti harus jadi mata keduaku. Mataku ini minus 2,5 kanan dan kiri, jarak 5 meter aja pandanganku sudah kabur, gak bisa liat wajah orang. Sebenarnya pingin banget liat suasana pas resepsi kemarin tapi apa boleh buat, aku cuman bisa senyum2 gak jelas tanpa tau itu siapa yang dateng. Baru pas tiba waktunya salam2an... "oh tyt tadi aku senyum ke dia toh" "Oh yang berbaju merah itu dia toh". Ternyata bukan aku aja loh yang pernah mengalami kejadian kayak tadi, ada calon istri temenku yang juga kesusahan memakai softlens jelang acara pernikahannya. Hmm kuceritakan aja pengalamanku ke dia, not bad kok. Pakai softlens atau tidak, acara tetep berlangsung dengan lancar.

Banyak banget pengalaman seruku dengan kacamata, pasti bukan aku aja yang pernah ngalamin :))

Gak Bisa Pakai Kacamata Hitam
Sebenarnya ada kacamata hitam untuk mata minus, tapi rempong juga harus order kacamata ini dan kacamata itu, ntar ujung2nya lupa bawa









Gak Bisa nonton Film 3D

Harusnya nonton film 3D jadi pengalaman seru buatku, tapi karena aku sudah berkacamata dan kalau ditambahin kacamata 3D, jadinya berat guys. Kepala pusing, nonton gak bisa konsen, adanya mesti sering betulin kacamata 3D yang sering melorot. Ujung2nya jadi males klo diajakin nonton film 3D atau permainan 3D yang ada di wahana2 wisata.




Kacamata adalah benda paling berharga
Kacamata itu ibarat pengganti mata kita, kalau sampai ketinggalan ... rasanya udah kayak orang bego, di kantor bawaannya diem trus ngelamun. Kepala menghadap komputer, tangan di atas keyboard tapi mata gak liat apa-apa hahaha #cenut-cenut

Kacamata jadi buram kalau abis dari tempat dingin (ber-AC)
Biasanya abis keluar dari ATM, eh kacamata jadi burem guys. Gak bisa liat apa2, alhasil mesti diketawain teman #malu

Ada bekar frame di hidung dn kulit jadi belang
Kalau lagi lepas kacamata, bekasnya ini loh yg bikin gak pede. mesti ditutupin pake dempul alias bedak


Salam Mata Empat ^ ^