Pages

Thursday, August 28, 2014

We're Still waiting for you, my dear

Bulan ini adalah bulan ke-9 pernikahan kami, dan bulan depan adalah jadwalku untuk melahirkan. Sedih jika harus mengingat kembali musibah itu tapi Allah Maha Mengetahui, dia tau apa yang terbaik untuk umatnya.
Teman-temanku yang dulu hamilnya bareng, sekarang satu persatu sudah melahirkan. I'm really happy for them and wish all the best for them and for the baby.


Lahirnya seorang anak dalam keluarga merupakan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan suami istri. Bahkan dapat dikatakan kebahagiaan pasca pernikahan baru dapat terwujud manakala ada celotehan anak-anak yang hadir meramaikan suasana rumah tangga. Apalagi bagi seorang istri, menjadi ibu adalah obsesi yang paling utama. Mungkin hanya perempuan yang sudah teracuni pemikiran feminisme saja yang menganggap anak adalah penghalang bagi karir mereka.

Jika melihat berita ada ibu yang membuang anaknya, ada ibu yang menggugurkan kandungannya, sungguh tidak bisa dimaafkan perbuatan mereka itu. Kenapa mereka bisa setega itu kepada buah hatinya?! padahal masih banyak ibu-ibu yang harus bersabar dalam menantikan buah hati. Ada kalanya mereka harus sabar bertahun-tahun dan ada sebagian juga mereka yang harus rela dengan takdir Allah, yang tidak memberikan keturunan sampai akhir hayatnya.

Setelah peristiwa kuret itu, hampir tidak ada teman yang bertanya kepadaku tentang kehamilanku. tapi dua bulan ini tidak tau kenapa, sudah mulai banyak yang bertanya padaku "Sudah isi lagi?" ada juga yang bercerita kepadaku "adikku dulu, dua bulan setelah keguguran sudah hamil lagi", "aku dulu, tiga bulan setelah keguguran sudah hamil lagi dan sekarang anakku sudah tiga" dan masih banyak yang bercerita kepadaku tentang pengalaman mereka tentang kehamilan dan permasalahannya.

Kalau dihitung-hitung, bulan ini adalah bulan ke-6 (enam) setelah kuret dan aku maklum sekali dengan pertanyaan yang dilontarkan teman-temanku, walaupun sebenarnya aku sedih tapi aku berusaha tegar dan menganggap itu adalah doa. Serahkan semuanya hanya kepada Allah, mungkin memang Allah menganggap kami belum layak dititipi amanah. Tapi bukan berarti ikhtiar berhenti, hanya saja kami sudah berkomitmen bahwa jangan sampai kita tertekan karena cobaan ini, pokoknya tetap semangat.

Buat saudari-saudariku disana yang masih menantikan buah hati sepertiku, kamu gak sendirian. Nabi Ibrahim, Nabi Zakariah dan Nabi Muhammad pun bernasib sama. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariah dikarunai keturunan oleh Allah ketika usia mereka sudah lanjut, Nabi Muhammad dan istrinya Khadijah menanti buah hati selama 3 tahun lebih dan juga Aisyah istri tercinta Nabi Muhammad juga tidak memiliki keturunan sampai akhir hayatnya. Haruslah kita mencontoh kesabaran mereka.


"Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-baqarah :153)

Thursday, August 21, 2014

PR Penting nih ... Menggali Hobi!!!!!!

Bingung klo ada orang yang bertanya padaku "Hobimu apa?!!" hmm,, mikir dalam hati, hobiku apa ya?. Dulu waktu kecil kalau bu guru bertanya, jawabanku pasti berubah rubah, kadang hobi membaca, menulis, mendengarkan musik, berenang dan masih banyak lagi hehehe. Nah pas udah gede a.k.a tua begini, mikir lagi sebenarnya aku ini punya hobi apa enggak ya (bingung.. mikirnya ampe kepala pusing, mual, dan kentut kentut hahahaha).

Aku lihat temen temen disekitarku banyak juga loh yang dapat duit gara gara hobinya. Sebut saja mawar (nama dirahasiakan) dari kecil dia suka banget memasak, akhirnya bisa buka toko kue dan dia cinta banget sama kerjaannya itu. Tapi aku???!!! bekerja sebagai staff accounting di perusahaan swasta, bukan karena hobiku yang suka banget ngitungin duit tapi emang inilah pilihan terakhirku untuk bisa mencukupi kehidupanku (*pasang muka sedih). Dulu sebenarnya aku memilih jurusan farmasi dan bahasa inggris, tapi apa boleh buat keberuntungan tidak berpihak padaku. Pilihan terakhirku adalah jurusan akuntansi yang sebenarnya aku sebel banget sama yang namanya "Akuntansi" tapi ajaibnya segala sesuatu yang kalau kita tekuni, pada akhirnya pasti kita sukai (ngeles... "__)

Hmm, hobi itu apa sih? Definisi kata hobi yang aku kutip dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia ) adalah kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Pertanyaannya adalah, apa yang kamu lakukan di waktu senggang? Hayo apa? hehe...

Tidur? Makan? Ngupil? itu bukan hobi tapi kebutuhan fisik kita. Mikir lagi, kalau aku ngapain ya? biasanya sih nonton film tapi kebanyakan ya drama korea hahaha, bisa gak sih nonton film dijadikan hobi kita? jawabannya bisa, karena tujuan hobi menurut wikipedia adalah memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan.

Yang membuat menonton Film menyenangkan bagiku adalah imajinasi cerita, karakter para pemain, bisa belajar bahasa asing dan banyak pengetahuan yang bisa kita dapat dari film itu. Tapi sayang sekali, aku tidak seberuntung temanku yang bisa menjadikan hobi sebagai peluang membangun masa depan -_-

Sudah beberapa jenis kegiatan yang aku coba misalnya membuat kerajinan tangan dan memasak, tapi sayang aku tidak melakukannya dengan ulet. Ada kesenangan yang aku dapatkan dari membuat kerajinan tangan, tapi untuk menumbuhkan jiwa kreasi itu loh yang agak susah. Mungkin aku tidak cocok dengan hobi kerajinan tangan. Kalau memasak, sebenarnya sudah ada keinginan mencoba berbagai resep, tapi karena sekarang masih tinggal dirumah mertua jadinya belum bisa seutuhnya berkreasi hehe (banyak alasan "__ )

Jangan putus asa, aku akan tetap mencari hobiku yang terpendam. Buat kalian kalian disana yang belum punya hobi, ayuk kita sama- sama nyari hobi yang pas buat kita. Caranya? sering-sering baca buku, kalau buku mahal tinggal browsing aja di mbah google trus cobalah satu per satu berbagai kegiatan yang menyenangkan.

Terima kasih sudah membaca tulisanku ^_^

"Find the thing you're most passionate about, then do it night weekends for the rest of your life"