Pages

Friday, August 14, 2015

Luasnya Mushola di Bandara Internasional Hang Nadim Batam

Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Pulau Batam, bukan untuk rekreasi melainkan hanya numpang transit di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Jadwal keberangkatanku ke Surabaya masih 2 jam lagi, well at least aku masih bisa jalan-jalan di sekitar bandara, siapa tau aku ingin membeli sesuatu hehe. Selagi aku menikmati makan siangku, aku mendengar sesuatu yang tidak biasa disini, petugas mengumumkan bahwa Batam sudah memasuki waktu dhuhur. 

Selama aku bepergian entah itu di bandara juanda surabaya, jakarta atau di kota lain, aku tidak pernah mendengar petugas mengumumkan waktu sholat. Kuacungkan jempolku untuk Bandara Hang Nadim, senang sekali ada yang ngingetin kita untuk sholat. Setelah kuselesaikan makan siangku, aku mencari dimana ya mushola nya. Kucari disekitar toilet, biasanya kan mushola ada di dekat toilet, dari ruang tunggu A1-A8 tidak kutemukan juga mushola itu, trus aku tanya sama pak petugas, ternyata ada di lantai bawah di dekat ruang tunggu A9.

Wow, mataku langsung berbinar melihatnya. Bagaimana tidak berbinar, mushola di sini sangat luas kalau dibandingkan dengan mushola di bandara Juanda Surabaya yang hanya bisa diisi oleh 5 orang saja. 


Foto kuambil dari belakang
Tempat wudhu cewek yang luas banget
Tempat dandan cewek ada disebelah tempat wudhu
Pemandangan di belakang mushola

Usai sholat, jamaah masih bisa berlama-lama disini, berdzikir dan berdoa dengan khusuk. Beda sekali kalau mushola nya kecil, seusai sholat kita harus langsung pergi karena harus bergantian dengan jamaah lain yang menunggu. Kalau aku menilai dari angka 1-10, angka 8 kupilih untuk mushola di Bandara Hang nadim, selain tempatnya luas, privacy para wanita juga terjaga disini. Tempat wudhu yang beda dan ada tempat berhias/berdandan.

Sering kali muncul sebuah pertanyaan dalam hati, mengapa mushola yang ada di tempat umum seperti bandara, terminal bus, stasiun kereta, pom bensin selalu ditempatkan dipojokkan di dekat toilet dan ukurannya selalu kecil yang hanya bisa diisi 4,5 atau 10 orang?

Dulu sebelum berjilbab, aku biasa-biasa saja sholat di tempat umum yang tempat wudhunya campur. Tapi semenjak berjilbab, aku merasa tidak nyaman jika wudhu harus bercampur dengan pria, jadi aku selalu mencari toilet untuk berwudhu, karena tangan dan kaki kita termasuk aurat yang harus kita jaga. 

Mudah-mudahan untuk kedepannya hak-hak pengunjung untuk beribadah dengan nyaman dapat terlaksana. Mimpiku agar tempat-tempat umum di negara ini mempunyai Mushola Keren dan Nyaman. Amin :-)